Peran SMK di Indonesia dalam Menyongsong Revolusi Industri 4.0
2 min read
Pertumbuhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin pesat di Indonesia. Peminatnya semakin banyak dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini bukan tanpa sebab. Banyak orang yang menyadari bahwa keberadaan SMK itu penting untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil siap kerja dimulai dari jenjang SMK. Sebuah penelitian oleh Jose Rizal Joesoef, dkk menganalisis tentang pentingnya SMK dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Hasil penelitian merangkum manfaat SMK dalam empat hal berikut:
- SMK menghasilkan specific human capital, ketimbang general human capital (Becker, 1964). Dalam SMK, siswa diprogram untuk berkomitmen pada ketrampilan khusus (specific) tertentu sehingga ia dapat lebih berkonsentrasi pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan ketrampilan itu. Semakin khusus ketrampilan alumni SMK, semakin mudah ia mengembangkan ketrampilan itu.
- Keanekaragaman jalur keahlian dalam SMK, mencerminkan diferensiasi siswa/lulusan satu terhadap siswa/lulusan lainnya. Diferensiasi jalur keahlian dalam SMK mengimplikasikan spesifikasi satu lulusan tertentu terhadap satu lulusan lainnya sehingga para lulusan SMK relatif “tidak hilang dalam kerumunan” di antara lulusan-lulusan sekolah menengahlainnya. Pendek kata, SMK membuat lulusannya tidak loosing in the crowd. Hal ini memberikan menu bagi pasar pekerja untuk mendapatkan alumni SMKyang spesifik serta match dengan kebutuhannya.
- Melalui SMK, siswa dapat “memperpendek masa studi” sehinggamengurangi beban ekonomi orangtua siswa atas pendidikan anaknya
- Melalui SMK pula, siswa SMK dapat “memperpanjang masa magang,”sehingga mengurangi biaya on-the-job-training yang seharusnya dipikul oleh perusahaan atacu industri yang mempekerjakan
Jika bicara revolusi industri, maka keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan garda terdepan dalam menyongsong era revolusi industri yang tengah kita hadapi. Karenanya, ada sejumlah langkah yang harus dipersiapkan terhadap siswa SMK saat ini.
- Meningkatkan Keterampilan Siswa
Dimana setiap siswa harus dibekali keterampilan yang memadai, utamanya ketrampilan dalam memahami penggunaan teknologi internet atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri.
Sebab di era revolusi industri ini, peran manusia sebagai SDM lebih diminimalisir dengan digantikan oleh tekhnologi.
- Pemanfaatan Teknologi Digital
Dimana saat ini keberadaan teknologi digital menjadi keharusan dalam persaingan global. Sebab persaingan tidak lagi hanya sebatas sesama anak bangsa, tetapi persaingan terbuka selebar-lebarnya.
3.Inovasi Teknologi
Inovasi teknologi merupakan bagian yang tak kala penting, dimana setiap SDM dituntut mampu melakukan pengembangan startup, dan ini diharapkan mampu memfasilitasi tempat inkubasi bisnis.
- Penggunaan Teknologi Digital di Industri Nasional
Meminta industri nasional dapat menggunakan teknologi digital, seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital akan mendorong lahirnya ahli di bidang ini. Sehingga cepat atau lambat kebutuhan akan teknologi digital menjadi trend dan sebuah keharusan. Secara subtansi, Pendidikan kejuruan dan pelatihan kejuruan memiliki tujuan yang sama yaitu pengembangan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pembentukan kompetensi seseorang.
Di era yang semakin komplek, lulusan perguruan tinggi atau SMK tidak semata-mata hanya memiliki ijazah sebagai tanda telah menamatkan pendidikan, tetapi wajib memiliki keterampil di bidang teknologi. Untuk menuju suksesnya era revolusi industri ini tenaga pendidikan diharapkan mampu menerapkan empat tahapan tersebut
Penulis adalah guru pada SMK Muhammadiyah 3 Weleri